Thursday, January 16, 2003



Ibadah Haji, dalam Islam merupakan suatu kewajiban yang ada dalam Rukun Islam. Masihkah hal itu sebagai sebuah kewajiban jika disekitar orang yang akan pergi haji banyak yang mengalami kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pokoknya ??? Jumlah Calon Haji Indonesia kurang lebih 205 ribu orang. Jika semua itu menggunakan ONH biasa, terkena tarif $US 2,677 + 1 juta rupiah sebagai biaya administrasi. Kurang lebih terkumpul duit 5.144.065.000.000 perak.

Konser F4 di Jakarta yang berlangsung 2 hari dengan masing² pertunjukan terjual tiket 35 ribu buah. Harga rata² tiket dari harga dan bawah, kurang lebih 1 juta perak. Berarti dalam dua hari ada duit 70.000.000.000 perak dan jika dengan sponsor dan lain², duit 100 milyar adalah termasuk itungan kecil.

Perayaan ulang tahun Pak Mega di Bali menghabiskan duit sekitar 200 juta untuk semalam dan perayaan Tahun Baru Pemerintah dan Anggota DPR di Bali menghabiskan dana sekitar 2 milyar. Semua itu untuk acara 1 malam semata.

Jika ditotal, kurang lebih dari 4 event ajah ada duit 5.246.265.000.000 perak. Bukan rahasia umum lagi di Indonesia, jika tiap event ada yang namanya korupsi. Diasumsikan, orang Indonesia saat ini sudah membaik, sehingga diasumsikan korupsi dana total sebesar 5%. Jadi, duit sebenernya kurang lebih 5.246.265.000.000 + 262.313.250.000 = 5.508.578.250.000 perak. Bunga deposito rata² adalah 12% per tahun, jadi jika duit itu didepositoin, kurang lebih ada duit 55.085.782.500 per bulan dari bunga semata.

Di daerah², SPP anak SD dan SMP sekitar 10 ribu perak perbulan dan itu termasuk besar, walaupun tampak kecil jika dibandingkan di Jakarta ataw kota besar lainnya. Jadi tiap bulan dari bunga deposito itu, bisa membiayai sekitar 5.508.578 anak yang ga bisa sekolah dan itu diluar anggaran subsidi pemerintah.

Duit di atas baru dari 4 event semata dan blon lagi dari berbagai event yang notabene sekedar senang² semata dan bukan sebagai suatu kebutuhan pokok. Adalah hal yang sah bagi tiap orang untuk menikmati hasil jerih payahnya, tapi dalam realita perlu suatu hal yang dinamakan pantas. Itu juga bagi yang masih memiliki hati sebagai produsen rasa tenggang rasa dan peduli terhadap sesama. Pantaskah berpesta² di hotel mewah sementara di emperan hotelnya ada banyak orang diusir² satpam hotel karena nyari sisa² makanan hotel untuk ngisi perut mereka sehari ajah ?????? Itu bukan hiperbolik, tapi itu KENYATAAN dan bukan hanya satu ataw dua orang semata yang mengalami hal itu, tapi PULUHAN JUTA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Pantaskah gwe hidup di dunia ini ??????

Hidup ga semata pake otak ataw sumsum tulang belakang...........butuh yang namanya RASA !!!