Tuesday, March 28, 2006

Kegagalan adalah hal yang biasa bagi semua orang yang menyadari setiap keputusan yang diambilnya. Wajar jika orang mengalami kegagalan dan wajar pula jika semua memalingkan muka ketika melihat seseorang gagal. Dan wajar jika orang gagal dianggap tak bernilai lagi dan hanya menghancurkan reputasi pribadi jika mengenalnya.
Ada yang memiliki toleransi lebih untuk menerima mereka yang gagal, namun lebih banyak mereka yang tidak memberikannya sedikitpun. Hmm...toleransi....sepertinya menarik.

Mungkin tanpa disadari kita selalu mengharapkan orang lain selalu permisif dan memberikan toleransi yang besar atas kekurangan atau kesalahan kita. Atau mungkin kita berharap orang lain bisa lebih sabar dengan proses belajar kita yang mungkin tidak secepat orang lain. Atau barangkali kita mengharapkan orang lain bisa mengerti dan menerima segala kekurangan dan kelemahan kita. Namun apakah kita berbuat demikian kepada orang lain ?

Hmm...rasanya hal itu wajar saja dan manusiawi. Apakah wajar itu selalu benar ? Bukankah sama dengan korupsi itu wajar di negeri ini, namun apakah korupsi itu benar ?

Butuh waktu, kesabaran dan keinginan lebih untuk memahami diri sendiri dan dibutuhkan lebih banyak lagi untuk memahami orang lain. Waktu akan terus berputar, dan manusia terus berubah. Kapan kita bisa berhasil memahami diri sendiri dan orang lain ? Tak akan pernah bisa !!! yang bisa dilakukan hanyalah berusaha untuk itu.