Friday, March 02, 2007

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata "Tatkala turun ayat berikut, Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) ketika mengatakan, 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji ? Saya mengetahui bahwa fitnah melanda umat ini. Namun selama Rasulullah SAW ada di tengah umat, fitnah tak akan terjadi." Kemudia Ali bertanya kepada Rasulullah mengenai fitnah tersebut dan Rasulullah menjelaskan.

"Wahai Ali, sepeninggalku umatku akan berlomba² mengejar dunia dan dunia ini juga akan menyebabkan mereka dilanda fitnah. Ketika itu mereka mempunyai agama, berharap akan rahmat 4JJI, dan beriman kepada siksa-NYA. Namun mereka menginjak² hukum dan ketentuan Ilahi dengan cara mentakwilkan dan mengaburkannya. Mereka menamakan khamar dengan "nabidz", harta haram dan pelicin sebagai "hadiah" dan riba dengan "dagang"."

Sepeninggal Rasulullah bahkan hingga hari ini, semua itu ternyata benar adanya. Semua mengatakan sebagai seorang muslim, menjalankan perintahNYA, tekun melakukan ritual kepadaNYA (shalat, puasa, zakat, haji, infaq dan shadaqah, dsb), namun mereka juga melakukan apa yg dilarang olehNYA. Ayat² 4JJI dipelintirkan untuk kepentingan pribadi. Untuk menutupi zina digunakan nikah siri, untuk menutupi hasil korupsi dibuatlah yayasan anak yatim ataw masjid, untuk menutupi keacuhan terhadap sesama yang lemah dan tertindas digunakan alasan kesibukan mencari nafkah untuk keluarga atau kesibukan mencari ilmu yg juga diwajibkan oleh 4JJI, untuk menutupi eksploitasi terhadap yang lemah digunakan alasan profesionalisme.

Islam menghargai feminisme, menghargai orang yang bekerja keras, mewajibkan menuntut ilmu sebanyak²nya dan meraih kekayaan. Namun Islam melarang segala yang berlebihan yang bisa membawa orang lupa dengan kewajiban yang lainnya. Bukankah untuk shalat yang merupakan sebuah ibadah pun ada waktu dimana dilarang melakukannya ?? Bukankah tidak diperbolehkan tiap hari berpuasa selain puasa selain Ramadlan dan membayar hutang puasa Ramadlan ?? Puasa & shalat itu baik, namun juga mengikuti aturan yg benar agar tidak berlebihan atau bahkan menghilangkan makna & hakikat dari ibadah itu sendiri.

Kebenaran tidak akan pernah bisa disamakan dengan pembenaran. Kebenaran adalah hakiki dan kita mungkin hanya mengetahui beberapa bagian saja karena hanya 4JJI lah yg Maha Mengetahui dan Yang Memiliki Kebenaran. Kita bisa menemukan kebenaranNYA melalui petunjukNYA, yaitu Al Quran. Pembenaran hanyalah usaha akal manusia untuk menutupi kekurangan ataw bahkan kesalahan yang dilakukan. Mungkin pembenaran kita bisa diterima dan dipercaya itu benar oleh orang lain, namun apakah hati bisa dibohongi ??? Apakah sudah begitu hebat kita hingga bisa membohongi Yang Maha Mengetahui ???

Manusia memang lemah dan mudah tergoda dengan nafsunya, namun 4JJI memberinya akal untuk berpikir dan belajar dan hati nurani untuk menunjukkan jalan yang benar. Benar memang manusia tidaklah luput dari dosa, namun juga tidaklah dapat dibenarkan karena hal tersebut, kita begitu mudah mengulangi kesalahan kita lalu meminta maaf atau bertobat. Tobat sendiri berarti memohon ampun atas kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Disini fungsi akal sebagai tanda dia adalah manusia yang harus berjalan. Menafikan akal berarti menafikan eksistensi sebagai manusia ciptaan 4JJI yg paling sempurna. Apakah masuk logika ketika kita bisa belajar hingga mendapat gelar setinggi²nya, namun tidak mampu berpikir mencegah keburukan atau kesalahan yang pernah dilakukan ??? Sekali lagi orang² akan dengan mudah menjawab...."ah, tinggal minta maaf ajah apa susahnya ?" Bukankah itu hal yang biasa kita lakukan ?? Itu sudah umum dan wajar untuk jaman ini, tapi tidaklah benar bukan ??

Sebuah ilustrasi gw yg mungkin ga jelas seperti otak gw hehehehe...., orang terkadang begitu terpesona dengan keindahan kulit kerang, namun karena kekaguman itu terkadang menjadi lupa ada hal yang lebih berharga di dalam kerang itu, yaitu mutiara. Diantara mereka ada yg menyadari lalu berusaha mengambil keindahan yg lebih hakiki yaitu mutiara itu, namun sebagian lagi merasa cukup dengan keindahan kulit itu. Sebagian beralasan, jika mengeluarkan dan membersihkan mutiara itu nanti akan menyakiti kerang itu, jadi biarkan mutiara itu tetap di dalam kerang itu. Ketika waktu terus berjalan, lumut dan kotoran membuat kulit kerang itu kusam meski selalu dibersihkan. Kerang itu pun akan mati, namun mutiaranya tak akan pernah mati. Beruntunglah mereka yg menyadari dan bisa mengeluarkan mutiara itu.

Itu sebuah gambaran bagaimana terkadang kita tertipu dengan keindahan penampilan, kemewahan dan kenyamanan perlakuan orang terhadap kita, terkadang kita tahu ada kelemahan dan kekurangan kita dibalik keindahan penampilan dan kemewahan kita, namun kita merasa lebih nyaman jika orang memuji keindahan dan meng-expose kelebihan kita dan membiarkan kelemahan, kekurangan atau bahkan kesalahan kita tetap menempel pada diri kita hingga suatu saat kita baru menyadari dan menyesali setelah hal yang buruk terjadi akibat kekurangan, kelemahan atau kesalahan kita (kena batunya-red). Kita tak ingin susah atau merasa sakit untuk kekurangan dan kelemahan kita atau diperbaiki oleh sang penemu kerang (orang lain-red). Bahagialah mereka yang mau senantiasa memperbaiki kekurangan dan kelemahannya atau dengan ikhlas membantu memperbaiki kekurangan dan kelemahan orang lain. Mereka tak akan pernah menyesal meski luka dan memar mengenai tubuh dan hati mereka, karena mereka adalah orang yang pemberani. Mereka berani mengubah diri mereka menjadi lebih baik dan berani melawan diri mereka sendiri.

Itu sebenernya analogi gw sendiri, tapi nilai² atau maksud sesungguhnya adalah sesuatu yg diyakini dan selalu diajarkan oleh para ulama, imam dan sahabat Rasul terdahulu. Mengubah yang dimaksud adalah sesuatu yang esensi dan melawan diri sendiri adalah melawan hawa nafsu sendiri, seperti dari sering bohong dan tanpa sadar menikmati melakukan bohong itu jadi jujur. Beberapa referensi kisah dan riwayat Nabi dan sahabat²nya, disebutkan pada masa itu ternyata hampir sama alasannya dengan hari ini kenapa orang membenarkan bohong, yaitu karena jujur dianggap tidak berperasaan. Padahal Rasul sendiri melarang kita untuk melakukan basa-basi dusta atau bermanis² kata atau penampilan namun sesungguhnya ada kebenaran yang disembunyikan atau diselewengkan. Menunjukkan ada kotoran burung di kepala orang lebih baik meski orang tersebut jadi merasa malu kepada kita daripada kita membiarkannya yg malah membuat dia malu jika diketahui orang banyak.

Dua tahun yang lalu gw seorang yg dianggap selalu mengulangi kesalahan gw hingga membuat beberapa orang merasa muak dan jemu dengan sikap gw. Tidak ada toleransi lagi untuk kesalahan gw dan hanguslah segala niat baik dan kebaikan yang pernah gw lakukan. Sekarang gw sedih, mengapa mereka yg mengatakan demikian masih juga mengulangi kesalahan mereka padahal mereka udah menyadari itu adalah sebuah kesalahan dan meminta maaf. Ya 4JJI, aku memang bukanlah orang yg bersih dari dosa dan kesalahan. Ampuni aku ketika aku mengetahui ada keburukan pada mereka, namun karena kesalahanku dimasa lalu dan kehinaanku di mata dunia ini membuat aku tak bisa memperbaiki dan tak berhasil mengingatkan mereka. Ingatkan mereka dengan cara yang baik dan jagalah mereka agar tidak sampai tersesat karena sesungguhnya mereka telah banyak berbuat baik kepadaku dan kaumku. Amiin.


waktu akan mengatakan kebenaranNYA, hati tak akan berbohong.
Semoga dia selalu mendapatkan yang terbaik dariNYA.