Dari renungan yg tertulis di postingan sebelum ini dan sepintas dalam sebuah kesunyian, hati dan pikiran melihat kembali apa yg telah terjadi. Entah apakah ini sebuah cara dariNya untuk membuka mata gw terhadap kenyataan yg ada.
Pertanyaan² yg belum terjawab seakan menemukan sebuah titik terang. Semoga tidak ada prasangka buruk dan biarkan Engkau yang menunjukan dengan pasti jawaban sesungguhnya tentang yg sebenarnya terjadi. Tak ada yg bisa disembunyikan dariNya. Dia mengetahui apa yg di depan, belakang dan kanan kiri kita.
Jikalau aku sudah menyakiti orang lain, ampuni aku. Dan sungguh aku tak ingin menyimpan dendam sedikitpun dalam hatiku. Tak ada sedikitpun niat untuk menyakiti, menyulitkan bahkan mempermainkan orang lain. Hidup memang hanya permainan sesaat, namun Kau tak benarkan manusia untuk mempermainkan sesamanya. Ampuni aku ya Tuhan & tunjukkan yang sebenarnya terjadi yg tak kuketahui.
Seorang yg lebih paham pernah mengatakan, kesalahan belum termaafkan sebelum diakui dengan sungguh² apa kesalahannya kepada yang diperbuatnya. Yah...mungkin kita banyak berbuat salah, namun jika kita menyadari apa kesalahan kita itu, harus diakui terlebih dahulu pada siapa kita melakukannya sebelum maaf dibukakan.
Terimakasih Kau cepat bukakan mataku meski belum seutuhnya, semoga aku bisa segera melihat dan menemukan jawaban apa sesungguhnya yg terjadi sehingga tiada prasangka atau hal yang bisa menjauhkanku dari jalanMu.
Yaa....benar adanya bahwa kejujuran meski sepahit apapun akan lebih baik daripada manisnya sebuah dusta dan kepura²an. Dan sungguh banyak hal dan kebenaran terungkap dari kebetulan² yg gw temukan dalam hidup ini...meski terkadang sudah terlambat. Wallahualam.
|mungkin sia², mungkin juga tidak, kun fayakun|