Dulu aku pernah menganggapMu tidak adil dengan apa yg terjadi padaku dan aku pernah menyimpan dendam dalam hati dan jauh dari keikhlasan atas apa yg terjadi padaku, ketika aku merasa kebahagiaan dan hal yg sangat berharga yg aku miliki Engkau ambil dari tanganku, ketika mereka yg aku sayangi harus merasakan sakit & penderitaan dariMu hingga Kau ambil dari sisiku, ketika aku selalu berusaha melakukan yang terbaik semampuku dan memberikan segala yang kumiliki tanpa harap balasan apapun namun selalu gagal & tak pernah bisa cukup bagi orang lain, ketika kejujuran dan niat baik yang kulakukan hanya menghasilkan kehancuran bagiku, ketika melihat mereka yang angkuh dan kejam begitu leluasa di dunia ini penuh dengan kenikmatan dan kemudahan hidup dan masih banyak lagi.
Berangkat dari sisa satu keyakinan dalam hati bahwa Engkau Ada, aku terus mencarimu, mencari jalan dari berbagai jalan yg Engkau tunjukkan. Mencari hakekat dari segala tafsir & kepercayaan yg ada di sekitarku. Meskipun jalan yg kujalani lebih sulit, namun aku beruntung bisa mendapatkan sebuah keyakinan dengan segala yg aku jalani sendiri. Aku mendapatkanMu dengan jalanku sendiri. Aku merasa beruntung keyakinanku atas Dirimu bukan karena semata warisan dari leluhurku, bukan karena semata dari buku atau artikel, bukan semata dari perkataan manusia lain di ceramah dan khotbah. Aku merasa beruntung meski jalan yg kujalani hampir membuatku putus asa.
Aku menyadari bahwa Dirimulah pencipta segala yg ada. Engkau berhak melakukan apa saja dengan segala ciptaanMu karena Engkau berkuasa atas segalanya. Segala yang terjadi di dunia ini tak pernah lepas dari ijinMu, entah kebaikan maupun keburukan yg terjadi, semua terjadi karena ijinMu. Tak ada yg melewati kodratMu.
Hingga pada akhirnya aku pun menyadari bahwa Engkau tak memerlukan apapun dari aku, namun akulah yang membutuhkanMu. Engkau tak memerlukan pembelaan dariku ketika namaMu direndahkan, karena kebesaranMu dan kekuasaanMu tak akan berkurang karena hal itu. Engkau tak memerlukan syahadat, shalat, puasa, zakat, hajiku dan segala perbuatan baikku meski Kau wajibkan dalam agamaku, karena Engkau telah memiliki segalanya.
Ampuni aku atas semua kesalahanku dan terimakasih atas semua hal buruk yg menimpaku itu sehingga aku bisa melihat lebih jernih dan lebih mengenalMu. Entah nyata atau tidak kisah yang kudengar dan kubaca tentang seorang Muhammad SAW, aku ingin bersama manusia seperti dia. Seorang manusia yg jujur, pemaaf, penyantun dan menuruni sifatMU...Al Adl. Menjadi sebuah kebanggaan & kebahagian jika mengenalnya secara langsung & menjadi sahabatnya.
Entah dosa/pahala dan surga/neraka itu ada atau tidak, itu semua adalah hakMu yang menentukan dan memberikannya pada ciptaanMu dan tak ada satu mahluk pun yang berhak menentukannya. Aku akui banyak kesalahan dan hal buruk yang aku tak cukup kuat untuk menghindarinya, namun aku mohon jangan sampai aku menyakiti dan merugikan mahluk lain. Aku berharap di sisa hidupku di dunia ini, aku bisa bermanfaat bagi alam semesta.
Terimakasih atas semua yg aku alami selama ini, semua sangat berarti bagiku dan aku yakin ada maksud dari semua itu untukku. Tetap bukalah mataku terhadap apa yang ada sekitarku agar aku tidak semata melihat apa yang ada di diriku, agar aku bisa selalu bersyukur dengan segala ketidaksempurnaan & kekuranganku sehingga aku bisa terus belajar dan berproses menuju kebaikan dan berguna bagi alam semesta. Dekatkanlah jika sesuatu itu baik untukku dan jauhkanlah jika sesuatu akan membawa keburukan bagiku dan lapangkanlah hati dan pikiranku untuk menerima segala manis dan pahit yang aku rasakan. Semoga aku sudah menyelesaikan tugasku di dunia ini ketika Kau menginginkanku lenyap dari muka bumi ini.
Tuhan...tetaplah ajari aku untuk benar² bisa ikhlas melepaskan segala yg Kauambil dari tanganku, tetaplah ajari aku untuk melapangkan hati dan otakku atas segala kepahitan yang harus aku rasakan, tetaplah ajari aku untuk bisa menikmati segala nikmatMu disaat kesulitan membelenggu, tetaplah ajari aku untuk mengingat dan merenungi kesalahanku disaat kebahagiaan berjalan denganku karena aku manusia biasa yang lemah dan mudah lupa dengan begitu banyak pelajaran yang telah engkau ajarkan padaku.
Sujudku untukMu bukan karena itu perintah dariMu, ...... tapi karena segala kuasaMu dan kebesaranMu serta kelemahanku.