Monday, February 19, 2007

Ketika itu seorang anak kecil begitu patuh dengan semua yg diajarkan kepadanya. Tuhan itu Maha Kuasa, manusia tidak boleh melakukan berbagai kejahatan, ga boleh berbohong dan melakukan maksiat, manusia wajib menunaikan perintah Tuhan dan menyayangi sesamanya. Ketika itu seorang anak kecil begitu hafal dengan bacaan shalat, dan segala ritual yg wajib dilakukannya, selalu mendapat nilai bagus dalam pelajaran agamanya. Dia sangat mencintai agamanya meski itu semua adalah dogmatis dan sesungguhnya dia ga mengerti apa yg harus dia hafalkan selain karena itu adalah keharusan menjadi murid yg baik.

Menginjak dewasa, anak kecil itu menjadi seorang lelaki kurus yg penuh rasa ingin tahu. Dia menemui begitu banyak hal yg bertentangan dari apa yg selama ini diajarkan kepadanya. Tuhan yg harus dipercaya Maha Kuasa, Maha Segala²nya, Maha Pengasih dan Penyayang, ternyata dalam kenyataannya begitu lemah menurut mereka yg mengaku lebih mengetahui tentang Tuhannya, sehingga harus dibela mati²an bahkan dengan menumpahkan darah saudaranya. Mereka yg dihormati karena dianggap lebih taat kepada ajaran Tuhannya, ternyata justru banyak melakukan hal² yg seharusnya dilarang. Mereka yg mengaku lebih tahu aturan dan ajaran Tuhan, justru sering melakukan apa yg dilarang Tuhannya. Mereka justru seakan bisa membuat berbagai macam alasan pembenaran atas namaNYA atas segala yg dilakukannya bahkan untuk hal yg buruk sekalipun. Kepatuhan yg selama ini dia lakukan menurut ajaran agamanya, ternyata berbuah fitnah dianggap atheis dan komunis oleh mereka yg mengaku lebih mengerti tentang ajaran agamanya.

Baik dan buruk menjadi hal yg dipertanyakan lagi bagi seorang lelaki kurus itu, Seperti apa sesungguhnya Tuhannya dan bagaimana ajaranNYA selalu dia pertanyakan. Keadilan dan kebenaran yang hakiki membawa dia dalam pencarian yang panjang. Dia berbekal niat mencari Tuhannya dan ajaran sesungguhnya yang benar. Dia berbekal sebuah keyakinan, Tuhan yang menciptakan dunia ini ada. Dia tak lagi memiliki pegangan untuk berjalan di dunia ini selain hati nuraninya. Hati nuraninya yang menunjukkan kepadanya apa yg seharusnya dilakukan dan apa yg tidak boleh dilakukan.....semua berdasar sebatas tidak merugikan dan menyakiti orang lain.

Lelaki kurus itu mencari tahu kepada orang yg dianggap lebih tahu tentang keberadaan Tuhannya dan kebenaran ajarannya. Namun semua tidak memberikan jawaban yg memuaskan, justru dia dianggap kafir karena telah mempertanyakan Tuhannya. Dia semakin bingung, mengapa Tuhan yg dianggap Maha Pengasih dan Penyayang seakan begitu kejam sehingga makhluknya dilarang untuk mengetahui atau mendekatinya, seakan Tuhan yang Maha Segala²nya yang menciptakan segala keindahan menjadi begitu takut untuk diketahui oleh makhlukNYA. Dia mencari tahu dalam berbagai literatur, namun dia kembali dibingungkan dengan kenyataan yang jauh berbeda dari apa yg dia baca. Dalam perjalanannya, begitu banyak manis, pahit dan perih yang didapat, namun dia terus mencari tanpa lelah. Dia yakin suatu saat dia pasti akan menemukan Tuhan yang dia rindukan. Si anak hilang itu terus berjalan mencari jalan pulang menuju Tuhannya.

Setelah sekian lama dia berjalan, sekian banyak literatur yang dia baca, dia mulai menemukan sebuah titik terang. Agama yang sesuai baginya adalah Islam seperti agama orang tuanya, namun dia meyakini kebenarannya bukan semata karena tradisi keluarganya. Tuhan menurut Islam tidak pernah memaksa manusia untuk menjadi pengikutnya, semua adalah pilihan secara sadar. Muhammad sebagai utusanNYA diakui oleh seluruh sejarawan sebagai manusia yang luhur, jujur dan baik perilakunya. Muhammad tidak pernah marah jika ada orang tidak memeluk islam, namun dia akan selalu memerangi siapapun yang menindas yang lemah tanpa melihat dia seorang Islam ataupun bukan. Islam satu²nya agama yg mengakui keberadaan agama lain, islam satu²nya agama yg mengakui keberadaan manusia secara utuh dengan akal, nafsu dan nuraninya. Apa yang ada pada diri seorang manusia tidak dinafikan atau bahkan harus dimatikan, namun harus dikendalikan. Islam tidak menghalangi bahkan mengharuskan umatnya mengejar duniawi, Islam sangat memuliakan kaum wanita seperti ibunya yg sangat dia cintai, Islam sangat peduli dengan mereka yang lemah dan kekurangan seperti apa yg dia cita²kan, Islam dengan terang²an mengharuskan keadilan untuk semua manusia tanpa memandang apapun termasuk mereka yang bukan penganutnya. Islam memandang manusia bukan karena hal yang baik atau buruk yang tampak pada manusia secara fisik atau perbuatan, namun lebih pada suatu yang hakiki....kebaikan dan ketulusan hati.

Anak hilang itu menemukan satu pegangan baru selain hati nuraninya untuk mencari Tuhannya. Dia menemukan satu pedang baru, Islam, selain pedang nurani untuk membuka hutan dunia yang begitu gelap. Dari setiap hal yg dia alami dan dia dapat, dia selalu merenung...bisa jadi semua itu adalah tanda yang diberikan Tuhannya agar dia bisa mengenaliNYA. Begitu banyak hal yang terjadi diluar kemampuannya, begitu banyak kebetulan yang menyelamatkannya dan tidak bisa dia jelaskan dengan akalnya. Dan hingga pada suatu titik karena perasaan cinta dan kekagumanya pada seorang wanita, dia seakan menemukan cahaya terang...dia menemukan sesuatu yang dia sendiri sulit menjelaskan apa yg dia rasakan. Seakan dirinya begitu ringan melangkah di saat begitu banyak beban, sakit dan perih yang dia alami. Dia sekan bisa melihat setiap kesalahan yang pernah dia lakukan, dia bisa mendengar teriakan setiap harapan yang belum terwujudkan yang menempel pada dirinya, dia seakan bisa merasakan beban dan sakit yang jauh lebih besar diluar sana daripada yang dia alami.

Begitu banyak sensasi yang dia rasakan. Pada pertama kalinya dia merasakan ketakutan akan sebuah kematian, bukan karena ketakutan akan kehilangan apa yg dia miliki, namun karena begitu banyaknya kesalahan yang dia lakukan dan hutang harapan dan tanggungjawab yang belum tertunaikan. Pertama kalinya dia merasakan dengan jelas ada yang selalu melihatnya dan tak ada satupun yang bisa dia sembunyikan dalam hidupnya. Pertama kalinya dia berada dalam sebuah perasaan bahagia tanpa sebuah hal fisik yang menjadi alasan kebahagiaanya. Dan setelah beberapa saat dia mengalami itu semua, dia untuk pertama kalinya dalam hidupnya tidak merasa takut untuk kehilangan apapun yang dulu dia sangat cintai. Pertama kalinya dalam hidupnya dia menyerahkan segala²nya secara sungguh² kepada Suatu Zat yang Maha Segalanya.

Dia menemukan apa yang selama ini dia cari. Baginya, Tuhan akan tidaklah pemalu apalagi penakut untuk diketahui makhlukNYA. Tuhan selalu akan menunjukkan keberadaanNYA kepada makhlukNYA yang mencarinya, DIA sangatlah Penyayang dan Pemaaf. Kebesarannya tak goyah meski semua makhlukNYA melupakanNYA bahkan menghinaNYA, rasa sayangNYA seakan DIA membutuhkan makhlukNYA, sementara sesungguhnya DIA memiliki segalanya dan tidak membutuhkan apapun dari makhlukNYA. Seluruh makhluk lah yan gsesungguhnya membutuhkanNYA. KeadilanNYA tak bisa dibohongi dengan kemewahan atau kepura²an.

Anak hilang itu kini yakin, dunia tidaklah hitam dan putih semata, namun ada abu² dan disitulah mereka yang munafik dan menghalalkan segala cara untuk meraih apa yg menjadi keinginan mereka tanpa peduli orang lain. Mereka mengaku ber-Tuhan yang sama, berkitab yang sama bahkan tak jarang jauh lebih mengetahui kitab² itu dibandingkan si anak hilang itu. Di luar sana ada pula yg selalu merasa dirinya paling benar hingga mereka yg berbeda dengan kelompoknya adalah salah dan harus dimusnahkan. Anak hilang sadar bahwa ukuran kebaikan di dunia ini tidaklah sama dengan ukuran yang dibuat Tuhannya. Anak hilang sadar, jika Tuhannya begitu mengasihi sesamanya tanpa melihat orang itu tahu akan Tuhannya atau tidak.....maka dia pun tak boleh membedakan mereka dan tak boleh membenci mereka meski mereka membencinya.

Semua itu hanyalah sebagian kecil dan kilasan kasar dari apa yg dialami seorang anak kecil yang hilang. Banyak detail dan hal yang tak terceritakan, namun itu tidaklah penting baginya. Tidaklah penting orang lain mengetahui apa yang dialaminya, tidaklah penting orang lain mengetahui segala tentang hidupnya. Tidaklah penting baginya orang lain mengetahui apa agamanya, siapa Tuhannya, dan bagaimana ibadahnya, karena dia sudah menemukan Zat Yang Maha Mengetahui yang dia cari selama ini. Dia tak peduli lagi dengan fitnah ataupun segala perkataan orang lain tentang hubungan dia dan Tuhannya, cukuplah dia dan Tuhannya yang tahu bagaimana hubungan mereka sesungguhnya. Yang jelas, dia sangatlah beruntung telah diturunkan ke dunia oleh Tuhannya melalui ibunya, dididik oleh ayahnya, diberikan petunjuk cara menuju Tuhannya oleh Muhammad dan kembali ditunjukkan jalan oleh seorang wanita yg baik. Dia sangatlah beruntung karena masih memiliki hati nurani yang selalu menuntunnya berjalan dalam gelapnya dunia. Alhamdulillah........


--------------- wrote yesterday, but posted today ---------------



Kesalahan atau keburukan ga boleh menjadikan kita tidak objektif melihat seseorang apalagi melupakan dan menutupi segala kebaikan yg ada dari orang itu. 4JJI selalu mengampuni setiap makhluknya yg berdosa, manusia pun harus memaafkan setiap kesalahan sesamanya. 4JJI selalu menutupi keburukan dan aib yg dilakukan makhluknya, manusia pun harus menutup dan memendam dalam² kekurangan dan aib sesamanya. 4JJI selalu menyayangi makhlukNYA, meski makhluknya tidak jarang melupakan DIA, seakan DIA membutuhkan makhlukNYA, padahal DIA tidak membutuhkan apapun dan kebesaranNYA tak goyah meski semua makhluk melupakanNYA. Gw sebagai manusia pun harus bisa menyayangi dengan ikhlas meski harus dilupakan atau bahkan harus dicaci.

Sedih karena harus kehilangan sesuatu yang dicintai itu manusiawi, namun jika itu adalah kehendakNYA, tak ada satupun yang dapat menghalangiNYA. Dia adalah sebuah keindahan yang yang jarang ada di dunia ini, namun gw ga perlu lagi takut kehilangan dia jika gw dah memiliki Sang Pencipta Keindahan. Apapun itu, manis atau pahit, senang maupun sedih, atau bahkan perih sekalipun, itu adalah yang terbaik dari 4JJI untuk makhlukNYA. Insya 4JJI gw akan tetap belajar untuk menjadi lebih baik, akan tetap menjaga sesuatu yang jauh lebih berharga dari segala yg ada di dunia ini...jalan yang telah sekian lama gw cari, jalan menuju Sang Cahaya Maha Cahaya. Dan jika waktunya tiba untuk kepahitan itu lagi.....Insya 4JJI gw akan siap. Dan jika gw harus kembali kepadaNYA, gw pun Insya 4JJI akan selalu siap dan bahagia menyambutnya...karena pada saat itu si anak hilang itu telah menemukan rumahnya....rumah yang dia cari dan dia tuju saat ini.....di sisiNYA dalam buaian lembutNYA. Insya 4JJI......Amiin.