Saturday, February 17, 2007

Sangat disayangkan, hal yg dari dulu gw benci muncul lagi. Jumatan kemaren, masih juga khatibnya hujat sana hujat sini. Koq spertinya gak afdol klo ceramah gak pake hujat atau mencari keburukan pihak lain yang bisa jadi orang yg kita hujat justru orang yg telah mendapat ampunan dari 4JJI dan lebih baik dari yg menghujat. Mungkin ini salah satu yang menjadi ketakutan Rasulullah menjelang wafat beliau. Beliau dikisahkan pernah bermimpi mimbar tempat beliau biasa berkhotbah diperebutkan oleh monyet² yg sangat banyak. Dan dikisahkan sejak beliau mendapat mimpi itu, beliau selalu tampak murung dan sedih hingga wafat beliau.

Entahlah, mungkin ini sebuah dorongan buat gw utk terus belajar. Gw ga mau menyia²kan waktu gw lagi, gw dah menemukanNYA setelah sekian lama mencari jawaban dimana Tuhan gw dan bagaimana ajaran DIA yg sesungguhnya. Gw bersyukur masih diberi kesempatan menemukan jalan yg terang setelah sekian lama dibingungkan dengan ketidaksesuaian apa yg selalu diajarkan ke gw dengan kenyataan yg gw alami. Gw bersyukur ditunjukkan jalan setelah sekian lama membedakan mana yg benar dan mana yg sekedar tampak benar.

Jikalau 4JJI memberi kesempatan gw untuk membangun keluarga, gw ingin anak gw ga harus kayak gw yg harus berjalan bertahun² mencari Tuhan dan ajaranNYA yg sesungguhnya seperti apa. Anak gw ga perlu mencari sendiri cahayaNYA, gw ingin dia bisa mendapatkan dari gw meski tak secerah para ulama besar yg selalu setia pada Quran & Rasulullah, setidaknya bisa menjadi bekal untuk mencari cahaya yang lebih terang. Kepada siapa lagi anak gw kelak belajar agama klo ga ke bapaknya sendiri klo ulama² yg ada dah terkontaminasi kekuasaan dan kekayaan sehingga gak jelas lagi mana yg benar dan mana yg salah, mana yg halal dan mana yg haram.

Gw berharap setidaknya bisa mewujudkan keinginan gw waktu kecil utk bisa slalu shalat bersama keluarga setidaknya subuh dan isya. Memang aneh...hal sepele seperti itu menjadi sebuah cita² bagi gw yg sangat gw harapkan bisa gw wujudkan, sementara bagi sebagian besar orang mereka ingin kehidupan yg serba kecukupan & hal seperti itu dianggap mudah diwujudkan. Namun...benarkah mudah diwujudkan ?? Bukankan ga jarang ketika kita makin sibuk dengan segala tugas kita dalam hal ini mengejar dunia, kita malah lupa dengan hal sepele itu ?? Bagi gw, insya 4JJI banyak jalan untuk mendapat kekayaan, namun ga mudah untuk menjaga kepala tetap menunduk dan ingat kepadaNYA. Untuk sekedar menghafal rukun iman dan rukun islam sangatlah mudah, namun mengerti dan menjalankan dengan keikhlasan dan kesadaran (bukan sekedar karena tradisi atau ikut²an semata-red) tidaklah mudah. Sekedar menjadi imam shalat mungkin mudah, namun benar² menjadi imam keluarga yg menjadi panutan dan pemimpin yg mengerti jalan yg benar tidaklah mudah.

Gw inget ada kata² bijak di TTS yg gw isi.."Terkadang orang tua tidak bisa memberikan jalan yg benar untuk anak²nya. Bukan karena mereka tidak memberikannya atau lupa memberikannya, namun karena mereka tidak memilikinya". Gw masih jauh dari baik, masih jauh dari sempurna. Gw masih belajar menjadi makmum yg baik, agar bisa belajar menjadi imam yang baik. Ya....Imam yang baik adalah jika dia bisa menjadi makmum yg baik. Entahlah......semoga masih ada waktu dan kesempatan untuk gw. Semua terserah kepadaNYA yg Maha Mengetahui apa yg terbaik bagi mahluknya.

Ya 4JJI dengan ilmuMU tentang yang gaib dan dengan kekuasaanMU atas segala makhluk, hidupkan aku apabila kehidupan itu lebih baik bagiku. Dan matikan aku saat kematian lebih baik bagiku. Dan aku bermohon kepadaMU untuk diberi rasa takut kepadaMU dalam keadaan sembunyi-sembunyi atau dalam keadaan terang-terangan. Dan aku bermohon kepadaMU untuk diberi kemampuan mengucapkan kalimat yang haq dalam keadaan marah dan dalam keadaan senang. Dan aku bermohon kepadaMU untuk sanggup hidup sederhana dalam keadaan miskin atau dalam keadaan kaya.