Rasulullah memang tidak pernah meninggalkan bagaimana bentuk pemerintahan seharusnya. Beliau tidak menyarankan apakah pemimpin itu turun temurun, dipilih oleh rakyat, dipilih oleh segelintir orang atau bahkan mengusulkan diri. Namun beliau selalu mengajarkan dan mencontohkan bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Beliau tidak pernah menghukum apalagi menyerang suatu bangsa karena tidak memeluk Islam, namun beliau selalu memerangi pemimpin yg lalim dan memindas rakyatnya. Beliau tidak pernah mengharuskan pemimpin negara atau kaum harus orang Islam, namun beliau mengharuskan pemimpin berlaku adil dan mengutamakan kesejahteraan rakyatnya daripada dirinya sendiri. Pedang beliau tidak pernah digunakan untuk memaksa orang mengucapkan syahadat, namun selalu digunakan untuk membebaskan rakyat yg ditindas oleh pemimpinnya. Ahli sejarah manapun baik muslim maupun bukan, mengakui kebenaran hal tersebut.
Selama Beliau memimpin umat Islam pada masanya, beliau tidaklah ditakuti namun disegani oleh kaum muslimin maupun bukan. Meskipun seorang pemimpin besar yang disegani, Beliau jauh dari kemewahan dan fasilitas sebagaimana pemimpin di jaman sekarang.
Sepeninggal Nabi SAW, umat Islam mulai pecah dan bercerai berai. Setelah 50 tahun meninggalnya Beliau, keadaan semakin parah. Kekuasaan dan kekayaan mulai menggerogoti iman bahkan demi hal itu banyak dibuat hadist palsu yg sekedar untuk melanggengkan kekuasaan atau pembenaran atas kezaliman pemimpin yang berkuasa. Al Quran hanya sebuah bacaan biasa, sahabat & keturunan Beliau dihujat, dihinakan dan ditumpas. Umat saling mengorbankan saudaranya hanya untuk kekuasaan dan kekayaan. Sebagian sahabat dan ahli agama mengasingkan diri ke tempat sepi untuk tetap bisa beribadah kepada 4JJI, sebagian lagi ikut pada pemerintah karena godaan kekuasaan, kekayaan dan takut disakiti baik dirinya maupun keluarganya dan sebagian kecil tetap mengobarkan perlawanan. Mereka yg berkuasa dan menghancurkan bukanlah orang nasrani, yahudi, majusi atau agama lainnya, mereka juga orang Islam yang mengetahui dengan betul hukum Islam, namun karena kecerdasan mereka juga, mereka berhasil mengutak-atik demi kepentingan mereka sendiri. Mereka memutarbalikkan fakta dan menggunakan ayat² dan hadist untuk pembenaran kekejaman mereka. Merekalah orang² munafik.
Abu Dzar adalah seorang sahabat Nabi SAW yg teguh pada prinsipnya, menyampaikan kebenaran seberapapun pahitnya. Dia sebelumnya adalah seorang perampok yg ditakuti, yg selalu merampok saudagar kaya lalu hasilnya dibagikan kepada orang miskin. Dia menjadi salah satu sari empat pilar kelompok Ali bin Abi Thalib. Dia adalah orang yg keras pada kezaliman, namun Rasulullah mengingatkannya agar mengutamakan evolusi daripada revolusi, mengutamakan cara yg damai daripada kekerasan untuk melawan tirani.
Dia prihatin melihat masyarakat begitu miskin, namun pejabat² tinggal di tempat yg begitu mewah bahkan Mu'awiyah membangun istananya yang megah. Saat itu Abu Dzar mengingatkan Mu'awiyah "Kalau rumah ini dibangun dengan hartamu sendiri, engkau berlebih-lebihan. Kalau kau bangun dengan harta kaum muslimin, engkau khianat". Karena hal itu Abu Dzar dilaporkan Mu'awiyah kepada Khalifah telah meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas.
Akhirnya Abu Dzar dikirimkan ke Ibukota dengan diikatkan pada kendaraanya dan sampai Madinah dengan paha terkelupas. Ia diasingkan dengan keluarganya di tanah gersang Rabadzah. Istrinya mula² mati kelaparan, lalu dirinya. Sebelum mati, dia berpesan pada anaknya untuk pergi ke sebuah bukit untuk menunggu rombongan orang Irak yang akan mengurus jenasahnya. Dia pun berpesan jangan dikafani dengan kain yang dibeli dari upah pegawai pemerintah. Abu Dzar meninggal seperti nubuwat Nabi, "Hai Abu Dzar, engkau datang sendirian, engkau hidup sendirian, engkau bakal mati sendirian juga. Tetapi serombongan ahli Irak yang saleh kelak akan mengurus pemakamanmu".
Malik Al Asytar adalah seorang sahabat utama Ali bin Abi Thalib. Dia selalu mendampingi Ali bin Abi Thalib dalam berbagai peperangan. Ali sangat mencintainya bahkan sempat mengatakan "Malik bagiku sama seperti aku bagi Rasulullah". Dia sangatlah terkenal karena kemampuan organisasi dan administrasinya. Ia diangkat oleh Ali menjadi Gubernur di Nasibin, kemudian Ali memindahkannya ke Mesir. Dia meninggal diracun oleh Mu'awiyah dan saat itu pembunuhan itu tak terbukti oleh Mu'awiyah. Malik Al Asytar meninggal oleh saudaranya sendiri, kaum muslimin.....namun mereka telah bergelar fasiq.
Ali Bin Abi Thalib, menantu Rasulullah, akhlaknya adalah duplikat Nabi SAW, meninggal ditebas kepalanya ketika ruku'. Padahal di jaman Rasul, ketika ruku', Ali menyerahkan sedekah. Rasulullah pernah berkata "Hai Ali, tidak akan mencintaimu kecuali orang mukmin; tidak akan membencimu kecuali orang munafik.", dan itu terjadi....Ali meninggal oleh orang munafik. Ali dengan Nabi SAW bagaikan Musa dengan Harun, namun setelah meninggalnya dia dianggap murtad dari agama, dimusuhi kaum muslimin saat itu, sahabatnya dikubur hidup² dan keturunannya dikejar² layaknya penjahat. Pemimpin yang berakhlak mulia, yang mencintai perdamaian dan mengutamakan kesejahteraan umatnya meninggal tragis dan namanya dihancurkan oleh sesamanya kaum muslimin, namun merekalah orang munafik.
Husain bin Ali bin Abi Thalib adalah cucu kesayangan Nabi, penerus yang diamanahkan Nabi pada kaum muslimin selain Kitabullah sebagai hal yg harus dijaga dan dipatuhi. Dia bersama rombongannya sejumlah 72 orang dikeroyok ribuan pengikut Yazid dan pasukan Ibnu Ziyad di padang Karbala. Seluruh rombongan meninggal dan bersisa Husain seorang diri yang telah terluka parah. Pasukan munafik itu akhirnya menyembelihnya, mengoyak pakaiannya dan menggilasnya dengan kuda² mereka. Setelah itu seluruh kepala orang² dalam rombongan itu dipenggal dan dibawa ke Kufah. Ibnu Ziyad menjadikan mereka barang tontonan hingga diatas mimbar Masjid Jami' dia berkata "Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menampakkankebenaran dan ahlinya, memenangkan Amirul Mukminin Yazid dan kelompoknya serta membunuh si pendusta putra si pendusta Husain bin Ali dan pengikutnya !" Kemudian kepala² itu dikirimkan ke Damsyik yang pada gilirannya menggantungkannya di balairung istananya dan di berbagai ruang duduknya. Sejarah telah menorehkan bahwa orang munafik lebih berbahaya daripada orang kafir.
Masih banyak lagi sahabat² Nabi, para ahli agama yang mengalami nasib seperti tadi. 'Amr bin Al Hamaq yg didoakan Nabi selalu awet muda dan hingga usia 80 tahun tak ada satu uban pun di rambutnya dipotong kepalanya dan diarak sepanjang kota. Inilah kepala yg pertama kali dikelilingkan oleh Ziyad. Hujur bin Adi dikubur hidup².
Teringat lagi sebuah kisah ketika Mu'adz bin Jabal menemukan Rasulullah melakukan shalat di atas tempat yg berbatu² sambil terisak. Setelah selesai shalat, Mu'adz menanyakan "Ya Rasulullah, aku belum pernah melihat engkau shalat seperti ini. Nabi menjawab, "Aku shalat dengan rasa takut dan harap. Aku menyampaikan tiga permohonan kepada Allah namun Dia mengabulkan dua dan menolak satu. Aku bermohon agar umatku tidak dibinasakan oleh kelaparan. Dia menerima permohonanku. (Lalu Nabi membaca Al A'raf 130). Aku berdoa supaya musuh² Islam tidak dapat mengalahkan umatku. Dia mengabulkan doaku. (Lalu Nabi membacakan Al Fath 28). Aku bermohon supaya umatku tidak mendapat perlakuan keras dari sesama mereka, tetapi Allah menolaknya. (Lalu Nabi membaca Al An'am 65)." Untuk lebih afdol, lihat aja di Al Durr Al Mantsur 3 : 287, pada Tafsir Al An'am 65).
hmmmm sepertinya hal itu hampir mirip dengan kondisi saat ini, tapi ntar dey, capek, mending bersambung ke bagian 3 ajah..........
====================================================================
Ya 4JJI, ampuni kesalahanku...dan lapangkan hati ini untuk menerima setiap ketetapanMU jika itu tidak seperti yg aku harapkan sehingga tak akan pernah ada dendam dan sakit di hati ini. Ya 4JJI, sungguh tiada kesempurnaan dalam diriku, begitu banyak kesalahan & cela yg telah aku lakukan dan tergores sangat dalam di ingatan sesamaku, namun aku mohon untuk bisa selalu memperbaiki diriku menuju keridlo-anMU...menuju terang cahayaMU. Ya 4JJI, bantulah lilin kecil ini untuk bisa terus menyala, sekecil apapun cahaya yg kumiliki semoga bisa berguna bagi sekitarku. Amiin.
====================================================================