Happiness never decreases by being shared..
Monday, November 25, 2002
SECARA linguistik, jantung agama dikenal sebagai the heart of religion atau the religion of heart. Hakikatnya adalah adanya sense of The Absolute pada diri manusia, sehingga ia (manusia) setiap waktu senantiasa merasakan adanya Yang Absolut. Jadi, Tuhan hadir dalam dirinya. Oleh karenanya, dirinya pun menjadi hadir dalam Tuhan. Inilah watak sensus religious (istilah Eliade) atau "pengalaman religius" (istilah Rudolf Otto) yang oleh sufi besar Ibn al-'Arabi dimanifestasikan dalam bentuk wahdat al-wujud atau menunggaling kawulo Gusti dalam tradisi sufistik Jawa. Inilah wilayah terdalam dari setiap agama. Artinya, terdapat substansi yang sama dalam agama-agama, meskipun terbungkus dalam bentuk (wadah) yang berbeda. Maka, bisa dirumuskan secara filosofis bahwa substansi agama itu satu, tapi bentuknya beraneka ragam. Ada (agama) Yahudi, Kristen, Islam, dan seterusnya.
Agama ibarat air, substansinya adalah satu, tapi bisa saja kehadirannya mengambil bentuk berupa sungai, danau, lautan, uap, mendung, hujan, kolam, embun dan sebagainya. Agama juga ibarat cahaya, substansinya juga satu, tapi spektrum cahaya itu punya "daya terang" tersendiri - terang sekali, biasa, dan remang-remang -, juga tercermin dalam aneka warna cahaya, - ada merah, kuning, hijau, dan seterusnya -. Tapi, aneka warna cahaya itu bukanlah signifikan, sebab semua itu tetap dinamakan cahaya, dan semua cahaya bisa memberi petunjuk di mana sumber cahaya. Demikian pula terang dalam agama, pada hakikatnya dapat menuntun manusia ke Sumber Cahaya itu, yakni Tuhan (dalam wacana teologi). Agama juga ibarat sebuah roda, "Jari-jari sepeda itu semakin jauh dari "as" ("pusat")-nya, maka akan semakin renggang". Sebaliknya, semakin dekat ke "as" ("pusat)-nya, maka akan semakin dekat, bahkan bersatu. Secara filosofis, bisa diungkapkan; "barangsiapa hanya suka melihat perbedaan-perbedaan sebagai sesuatu yang sangat penting, maka ibaratkan orang di lingkungan itu, berada pada posisi pinggiran. Tapi, barangsiapa telah mampu membuka takbir the heart of religion atau the religion of heart, maka semua agama (juga, umat beragama) akan bertemu. Seorang sufi india, Hazrat Inayat Khan mengemukakan "...ia sama dengan agama: kebenaran substansial hanyalah satu, tapi aspek-aspeknya berbeda". (bersambung......)
Siraman Rohani Ramadlan kali ini disambung besok. Ya..Ustadz tau diri kok...klo banyak² pasti pada malas. Ustadz juga pernah muda kok, jadi ya taulah gimana anak muda apalagi anak muda jaman sekarang.
Nb : Thanks for your patience. You make me feel better now. Thanks for everything. Its so mean for me. ¤ LüV Ü & Mis§ Ü Mu¢h ¤