Sunday, November 24, 2002



Tiada suatu hal yang sama dan identik selama setiap manusia masih memiliki akal dan perasaan untuk mengintepretasikan hal-hal tersebut. Mungkin suatu hal yang biasa bagi seseorang, merupakan hal yang sangat berarti bagi orang lain. Suatu kejadian pun dapat memberikan sebuah sensasi yang luar biasa bagi seseorang dan bisa juga seperti secuplik garam di samudra luas yang hampir tak berasa.

Apa yang mempengaruhi sensasi yang dirasakan pada individu tersebut tergantung kepada pengetahuan yang dimilikinya, pengalaman dan nilai-nilai atau prinsip yang dipegangnya (virtue), dan tak ada satu orang pun yang memiliki kesamaan untuk ketiga hal tersebut. Seorang yang tak dapat membaca dan menulis pasti akan merasa hebat ketika bisa mengeja dan menulis namanya sendiri, apakah hal yang sama juga dirasakan oleh seorang mahasiswa ataw seorang profesor barangkali.

Menghargai dan menghormati mungkin sebuah konsekuensi logis dari adanya perbedaan itu dan bukan hak seorang individu untuk memberikan suatu justifikasi sensasi seperti apa yang harus dirasakan oleh orang lain terhadap suatu hal yang serupa, karena sekali lagi.....bisa jadi suatu hal tampak sepele bagi orang lain adalah hal yang sangat berharga bagi kita, bahkan ... sangatlah prinsipil.